Sabtu, 28 April 2012

Rainbow House


I’m student at STP Sahid Jakarta which came from Surabaya. As a person which far away from my parent, l absolutely live at rent house  which called Rainbow house. Rainbow house located at Kemiri street number 57, Pondok Cabe, Pamulang Tangerang Selatan, the settlement in front of my campus. It’s for about 5 minutes from campus. I like n enjoy my room very much. I feel like my home sweet home because l would stay in there for long time. This is my rent house.



Rainbow house has 3 ( three ) floors, which my room located at second floor. It’s so interested because of every room have a different colour. The price is Rp 300.000,- for each person if we join for one room. But, we just pay Rp 450.000,- if we would like to stay alone. It’s so reasonable price with a facilities such as :
·         Mattress, included 1 pillow + bolsters
·         Cupboard
·         One small table
·         Bookcase
·         Bathroom inside with a nice shower and toiletries box
·         Mini kitchen at first floor
·         Trash bin in front of the room




My Bedroom



My Bathroom


It’s so nice, l enjoyed it. Eventhough  l’m so far with my parent, my rent house like my home sweet home. The owner of this rent house also stay in there, so for security and convenient are guaranteed. The environmnent so clean because the owner always clean up it two times a week. Please, don’t confused to looking for the rent house. Rainbow house always available for us. Don’t think it so much, it’s limited edition. Rainbow house give a lot of colourful of loves and pleasurable.



Jumat, 27 April 2012

CAGAR ALAM RIUNG


Gb. Pesona Cagar Alam Riung



Letak dan Luas Kawasan
Cagar Alam Laut Riung yang terletak di kawasan barat bagian utara Pulau Flores, secara administratif pemerintahan berada di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Kawasan yang berbatasan langsung dengan bagian barat Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau dan jaraknya sekitar 80 kilometer dari Bajawa, Ibukota kabupaten Ngada ini mempunyai luas sekitar 2000 hektar.

Sejarah Kawasan
Kawasan Cagar Alam  Riung merupakan salah satu Kawasan Suaka Alam yang ditunjuk dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor : 589/Kpts-II/1996 tanggal 16 September 1996 dengan luas 2000 hektar, merupakan SK Perubahan Fungsi setelah dilakukan pemisahan antara Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung dengan Cagar Alam Laut Riung.

Potensi Kawasan
a.       Kondisi Ekosistem
Kawasan Cagar Alam Riung merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan kering dengan vegetasi campuran dan hutan mangrove.

b.      Flora
Jenis – jenis flora yang ada di Cagar Alam Riung antara lain jenis waru ( Hibiscus tiliacius ), ketapang ( Terminalia cattapa ), kemiri ( Aleurites molucana ), kepuh ( Sterculiafoetida ), pandan ( Pandanus tectorius ), cendana ( Santalum album ), jati ( Tectona grandis ), kesambi ( Schleichera oleosa ), johar ( Cassia Siamea ), mangga ( Mangivera indica ), asam ( Tamarindus indica ), sengon laut ( Albizia falcataria ), kabesak ( Acacia leucocephala ), nyamplung ( Callophylum inopphylum ), kayu manis ( Cinanionium burmanii ), ampupu ( Eucalyptus urophylla ), serta jenis bakau – bakauan seperti Rhizophora sp, Bruguiera gymnoriza dan Sonneratia sp.
Tanaman Bakau yang merupakan salah satu jenis flora di C.A Riung


c.       Fauna
Aneka jenis fauna yang hidup di kawasan ini diantaranya adalah Kadal raksasa komodo atau dikenal dengan nama daerah setempat mbou ( Varanus komodoensis ), rusa ( Cervus timiorensis ), landak ( Zaglossus sp ), kera ( Macaca sp ), musang ( Paradoxurus haenzaproditus ), biawak timor ( Varanus tiniorensis ), kuskus ( Phalanges sp ), ayam hutan ( Gallus galus ), buaya ( Crocodylus porosus ), serta berbagai jenis burung misalnya elang ( Elanus sp ), burung kakatua ( Cacatua sulphurea ), bluwok atau bangau putih ( Egretta sacra ), sandang glawe atau bangau hitam ( Ciconia episcopus ), tekukur ( Streptopelia chinesis ), burung nuri ( Lorius domicella ), burung gosong atau burung wontone, ( Megapodius reinwardtii ), kelelawar ( Pteropsus veropirus ) serta penyu hijau ( Chelonia mydas ) dan jenis – jenis biota laut seperti duyung ( Dugong dugon ), lumba – lumba, dan pans ( Physister catodon ) serta aneka ikan hias yang hidup di karang – karang. Oleh karena potensi sumber daya alamnya tersebut maka kawasan ini ditetapkan sebagai cagar alam.
Komodo salah satu 7 keajaiban dunia yang ada di C.A Riung


Fasilitas Yang Tersedia
Hingga saat ini belum tersedia fasilitas, baik sarana dan prasarana pengelolaan, penelitian, maupun fasilitas lainnya.

Aksesibilitas ke Kawasan
Untuk mengunjungi Cagar Alam Riung, para pengunjung dapat menggunakan beberapa jalur, yaitu jalur udara, jalur laut dan jalur udara sebagai berikut :
Jalur Udara : Jalur ini dapat ditempuh dengan pilihan rule sebagai berikut :
·         Kupang – Ende dengan pesawat foker 27 dan foker 28 sekitar 1 jam dan 45 menit setiap harinya, dilanjutkan dengan perjalanan darat Ende – Riung – lokasi Cagar Alam Riung.
·         Kupang – Ruteng dengan pesawat foker 27 sekitar 1 jam dan 30 menit setiap harinya, dilanjutkan dengan perjalanan darat Ruteng – Riung – Cagar Alam Riung.
Jalur Laut : Jalur ini dapat ditempuh dengan pilihan rute sebagai berikut :
·         Kupang – Ende dengan kapal Fery ( sekitar 8 jam ), rata – rata seminggu dua kali, dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Ende – Riung sekitar 5 jam dan dilanjutkan ke lokasi Cagar Alam Riung.
·         Kupang – Ende dengan kapal PELNI ( sekitar 8 jam ), 2 minggu sekali, dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Ende – Riung sekitar 5 jam dan dilanjutkan ke lokasi Cagar Alam Riung.

Traumagic Experience got Famous Fashion Designer



Texas News,
Tuesday, 12th April 2012 there is crime happened in front ATM near Pondok Indah Mall ( PIM ). This criminal be fall a fashion designer for wedding party, Ms Rina Kurniawati ( 25 ). It’s happened at 10.00 pm, while she just joined a small meeting with her old friend who want hold a wedding ceremony.
Firstly, she got a meeting with her friend to talk about the event of wedding ceremony. The meeting held at Sushite Restaurant at 9.00 pm. After finished the meeting, they went to the parking area. But, the victim forgot to take a cash money and went to ATM to take it. Few minutes after took the money, suddenly two mans approached her and point her with knife, intimidated want to kill her if she wouldn’t give a money. The victim so shock and give her wallet and jewelry to them. Total amount for this crime for about 16 millions. After the crime happened she report to security office. Unfortunatelly, security didn’t get the thiefs because of the thiefs run so fast.  Security just advised her as long as possible to report this crime to policeman. Eventhough there is no injured, she got a trauma because this was the first experience for her. Her car is save which park to the mall. After this bad experience, she didn’t want to go to this mall and be afraid to go to ATM alone. We wish it is the first and the last time for her to get this bad experience. So, please mind your step and keep your valuables goods if you go to everywhere.
















Selasa, 17 April 2012

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH WISATA : ECOTOURISM DAN KESEIMBANGANNYA DALAM PENJELASAN TEKNIK PEMANDUAN WISATA


  1. Bagaimanakah cara mengembangkan daerah wisata saat ini dengan keadaan indonesia yang sekarang ini selalu mengalami bencana alam seperti banjir dan longsor di beberapa daerah?

Indonesia merupakan negeri yang sangat kaya akan potensi wisatanya yang sangat indah. Namun masih banyak potensi wisata yang masih kurang dan belum tereksplorasi dengan maksimal yang disebabkan oleh berbagai kendala, seperti bencana alam banjir dan longsor di beberapa daerah. Hal ini menjadi tugas kita sebagai generasi penerus dan masyarakat sekitar untuk turut membantu dalam merawatnya, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan yang akan menyebabkan terjadinya banjir. Selain itu juga tidak untuk melakukan penambangan liar di kawasan pegunungan yang memicu terjadinya longsor. Karena semakin sering kita mengambil pasir di daerah tersebut, maka daerah tersebut akan semakin keropos dan mudah terjadi longsor. Diharapkan juga peran dari pemerintah untuk turut serta dalam pelaksanaan, pengawasan serta pendanaan dalam perbaikan infrastruktur sarana dan prasana di kawasan wisata tersebut. Terlebih untuk perbaikan jalan sebagai akses utama untuk menuju ke lokasi wisata tersebut. Kebanyakan akses untuk menuju ke kawasan wisata masih kurang bagus sehingga masih sedikit minat wisatawan untuk berkunjung kesana. Sangat disayangkan sekali potensi wisata ini masih kurang maksimal dalam pengelolaannya. Taklupa pula yaitu semakin diperketat peraturan – peraturan untuk tidak membuang  sampah sembarangan atau melakukan penambangan liar, dengan pemberian sanksi atau denda yang sesuai. Sehingga diharapkan ada peran serta antara pemerintah, masyarakat, kaum pelajar ataupun kita sebagai penerus generasi muda untuk sadar lingkungan, ikut berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan agar tetap terjaga kelestariannya.

  1. Apa tujuan dari perluasan daerah tujuan wisata? 

Tujuan dari perluasan daerah tujuan wisata sendiri yaitu untuk mencanangkan suistanable tourism atau pariwisata berkelanjutan yang diharapkan ke depannya semakin berkembang daerah tujuan wisata tersebut. seperti contoh yaitu Taman Nasional Gunung Halimun Salak atau yang lebih dikenal TNGHS yang awalnya adalah suaka alam yang sekarang diganti menjadi Taman Nasional. Hal ini dilakukan karena diperlukan campur tangan manusia juga untuk membantu konservasi dan kelestarian lingkungan. Selain itu juga masih banyak daerah yang menjadi tempat konservasi alam agar tetap lestari. Sehingga semakin luas suatu daerah tujuan wisata, semakin luas juga daerah yang menjadi tempat konservasi, tempat yang dikelola dan dirawat agar tetap lestari.

  1. Taman Nasional Gunung Salak adalah salah satu suaka di Indonesia, sama seperti Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas Jawa Barat, tetapi kebanyakan orang lebih memilih Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas. 
Kebanyakan orang lebih memilih Taman Nasional Gunung Gede Pangrango karena dari segi aksesibilitas lebih mudah kesana daripada ke Taman Nasional Gunung Salak. Jalanan juga bagus, beraspal dan tidak banyak berlubang yang sangat berbahaya sekali bagi pengendara. Selain itu juga di Taman Nasional halimun Salak masih tinggi resiko longsor. Sehingga banyak orang yang lebih memilih berkunjung ke TN Gunung Gede Pangrango. Atraksi dan pesona wisata disana juga sudah dikelola dan dikemas semenarik mungkin.

  1. Apakah Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas mempunyai kelebihan dariTaman Nasional Gunung Salak

Iya, dari segi aksesibilitas juga lebih mudah untuk menuju ke TN Gunung Gede Pangrango. Dari segi atraksi dan pesona wisatanya, pemerintah dan pengelola lebih intensif lagi dalam mengelolanya. Terlebih Taman nasional Gunung Gede Pangrango ini merupakan habitat atas Owa Jawa, Elang Jawa, surili dan Lutung yang merupakan hewan langka yang hampir punah. Sehingga eksistensi Taman Nasional ini sangat dibutuhkan sekali.

  1. Bagaimana cara mengembangkan daerah Taman Nasional Gunung Salak pada saat kondisi seperti ini yg dimana sering terjadi bencana alam 

Cara pengembangan TN gunung salak yaitu dengan memaksimalkan informasi mengenai gejala – gejala timbulnya longsor, sehingga bisa diprediksi kapan longsor tersebut terjadi agar tidak menimbulkan banyak korban. Selain itu diperlukan peran masyarakat lokal untuk ikut menjaga lingkungan sekitarnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, ikut berpartisipasi membersihkan sampah – sampah sekitar minimal 2 minggu sekali. Serta tindakan tegas dari pemerintah dengan memberikan sanksi yang setimpal bagi orang yang melakukan penambangan pasir liar yang dapat menyebabkan longsor.

  1. Bagaimana peran masyarakat dan pemda setempat dalam mengembangkan daerah Taman Nasional Gunung Salak untuk kedepannya?

Peran masyarakat sangat penting sekali, terlebih sebagai pengelola maupun pelaksana pelaku ekonomi di dalamnya. Selain masyarakat sekitar bertindak sebagai penyedia jasa akomodasi, restoran, transportasi local, local guide ataupun porter juga bias menjadi media promosi atas daerah tujuan wisata tersebut. Diharapkan ada awwarness masyarakat atas tempat tersebut, bukan hanya sebagai media untuk perekonomian mereka. Namun juga harus menjadi pelaku yang berpartisipasi untuk menjaga kelestarian lingkungannya. Dengan pelayanan yang baik, ramah tamah, situasi dan kondisi yang bagus akan mampu menjadikan tempat tersebut semakin ramai dikunjungi wisatawan. Selain itu diperlukan juga campur tangan dari pemerintah untuk menetapkan kebijakan – kebijakan yang berlaku. Terutama untuk peran dalam berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan. Perlu juga perhatian untuk perbaikan infrastruktur atas sarana dan prasana yang ada, terlebih untuk akses menuju kesana, yang merupakan hal utama untuk mendatangkan wisatawan untuk berkunjung disana. Dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah, maka akan tercipta suatu daerah yang sangat berpotensi tinggi mendatangkan wisatawan untuk berkunjung kesana.


Minggu, 08 April 2012

Sisi Lain Dibalik Muara Angke

Ecotourism ??? Sebuah kata yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Ecotourism atau ekowisata merupakan salah satu kegiatan perjalanan wisata yang dikemas secara profesional, terlatih dan memuat unsur pendidikan, sebagai suatu sektor / usaha ekonomi yang mempertimbangkan warisan budaya, partisipasi dan kesejahteraan penduduk lokal serta upaya – upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan. Aktivitas yang padat, kesibukan serta rutinitas harian yang menjenuhkan membuat kita semua membutuhkan refreshing. Namun, setiap individu memiliki bentuk kesenangan yang berbeda. Maka seiring berjalannya waktu, dinamika dan kesenangan setiap orang juga ikut berubah setiap saat. Keaslian serta keunikan alam dan budaya pun mulai diperhatikan. Bagi sebagian orang mungkin tak hanya kita bersenang – senang atau refreshing, tetapi juga memuat unsur pendidikan. Salah satu alternatif pariwisata yang terletak di pesisir Jakarta Utara adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Suaka Margasatwa Muara Angke adalah adalah salah satu kawasan konservasi yang ditujukan sebagai daerah perlindungan satwa liar dan keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya, dikembangkan untuk tujuan penelitian, pendidikan dan wisata. Jadi, ini merupakan jenis wisata minat khusus yang tidak semua wisatawan menginginkannya. Selain itu juga jumlah wisatawan yang berkunjung terbatas, yaitu maksimal 50 orang setiap harinya. Dahulunya tempat wisata ini merupakan Cagar Alam Muara Angke yang kemudian dirubah menjadi Suaka Margasatwa Muara Angke pada tanggal 26 November 1998 dengan keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 755/Kpts-II/1998.
Suaka Margasatwa yang memiliki luas 25,02 Ha ini terletak di dekat Perumahan Pantai Indah Kapuk ( PIK ). Sekitar 6 km dari Taman Wisata Alam ( TWA ) Muara angke. Untuk sampai ke kawasan ini paling mudah lewat tol dalam kota Jakarta, keluar tol di Pluit. Setelah itu ikuti jalan melintasi Mega Mall Pluit, masuk Jl. Muara karang lalu belok kiri masuk ke Pantai Indah kapuk. Setelah menyebrangi jembatan sekitar 50 m dari gerbang, di sebelah kanan adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Mobil / motor dapat diparkir di komplek ruko Mediterania Niaga, bersebrangan dengan pintu masuk kawasan ini. Sebelum kita mengunjungi kawasan wisata ini, wajib bagi kita untuk mengurus perijinan SIMAKSI ( Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi ) di Kementrian Kehutanan yang terletak di Jalan Salemba Raya no 9, Jakarta Pusat. Untuk mendapatkan SIMAKSI kita harus melengkapi persyaratan, diantaranya : surat rekomendasi dari instansi yang terkait, proposal kegiatan, kartu tanda pengenal bagi seluruh wisatawan yang akan berkunjung, serta sanggup untuk mentaati peraturan yang ditetapkan bagi kelestarian kawasan konservasi ini. Setelah melakukan kunjungan juga kita wajib memberikan laporan tertulis atas hasil kunjungan kita disana dengan waktu pengumpulan laporan maksimal 15 hari setelah kunjungan. Setelah semua persyaratan terpenuhi, SIMAKSI dapat dikeluarkan dan di tanda tangani oleh Kepala BKSDA ( Balai Konservasi Sumber Daya Alam ), Bapak Ir. Ahmad Saerozi.
Suaka Margasatwa Muara Angke merupakan salah satu benteng terakhir di kawasan utara Jakarta, terdiri dari vegetasi mangrove yang merupakan tempat mencari makan burung – burung air dari sekitar Jakarta terutama dari Kepulauan Seribu dan Pulau Rambut. Namun kini kawasan konservasi ini mulai terdesak dengan pembangunan perumahan – perumahan di sekitarnya. Sampah – sampah banyak sekali hanyut dan tergenang di sekitar sungai angke, sehingga sering dilakukan pembersihan sampah di sungai secara berkala setiap 2 minggu sekali. Komponen utama di kawasan ini yaitu vegetasi mangrove. Adapun jenis tumbuhan yang ada antara lain : Api – api ( Avicenia marina ), Bakau bandul ( Rhyzopora mucronata ), Pidada ( Soneralia caseolaris ), Buta – buta ( elphelaria agallocha ) dan Nipah ( Nypa fruticans ). Sedangkan jenis satwa yang ada di kawasan ini diantaranya : 74 jenis burung air , seperti bubut jawa, kuntul, burung madu dll. Selain itu juga terdapat biawak ( Varanus Salvator ), ular sanca ( Phyton reticulatus ), ular cobra ( Naja sputatrix ) dan ada juga jenis kera ekor panjang ( Macaca fascicularis ).


Sebagai kawasan yang merupakan vegetasi mangrove dengan berbagai jenisnya, tentunya apakah kita tahu manfaat dari mangrove itu sendiri ??? selain sebagai penahan abrasi di daerah pesisir pantai, tanaman mangrove dapat juga diolah sebagai bahan makanan, minuman, kosmetik, obat dan juga sabun. Seperti contoh yaitu tanaman api – api. Dari kulit batangnya dimanfaatkan sebagai obat penyakit kulit, daunnya dijadikan sebagai pakan ternak dan sumber tanin, buahnya dijadikan sebagai tepung bahan dasar makanan. Untuk tanaman jenis pidada dapat diolah menjadi sirup, selai pidada dan dodol pidada. Bahkan saat buahnya masih muda juga bisa dijadikan campuran bahan rujak buah. Sungguh menarik sekali, banyak manfaat yang dihasilkan dari tanaman mangrove ini. Ini merupakan salah satu kearifan tradisional masyarakat sekitar ekosistem mangrove yang memanfaatkan mangrove sebagai bahan makanan namun tetap menjaga kelestarian ekosistem mangrove itu sendiri. Karena peranan ekosistem mangrove dalam keseimbangan ekosistem pesisir sangat penting. Sehingga selain kawasan ini dijadikan sebagai lingkungan ekowisata, namun kita bisa memanfaatkan buah dan daunnya dengan tetap kita jaga kelestariannya. Untuk menunjang kawasan ini sebagai Pusat Pendidikan lahan basah, sarana dan prasarana juga dilengkapi dengan boardwalk sepanjang 843 meter sebagi arena untuk kita berkeliling melihat pemandangan sekitar kawasan, birdwatching sebagai tempat untuk memantau tempat berkumpulnya burung yang sedang bertengger dan berkicau di pepohonan, plasa, gate atau gapura dan juga pos jaga.  


Sungguh pengalaman yang sangat berharga sekali kita dapat mengunjungi Suaka Margasatwa Muara Angke, menkmati keindahan alam serta mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tanpa mengeluarkan biaya tiket masuk. Hanya dengan mengurus ijin SIMAKSI yang dikeluarkan Balai KSDA kita sudah dapat mengunjungi kawasan Muara Angke ini. Kawasan ini terbuka untuk semua kalangan, baik pelajar dari PAUD sampai perguruan tinggi dan juga untuk masyarakat umum. Namun setelah kita menikmati kunjungan disana, jangan lupa untuk berkontribusi untuk ikut menanam pohon sebagai bentuk partisipasi kita terhadap kelestarian lingkungan.  Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan berpartisipasi untuk tetap menjaga kelestariannya ???

Semoga bermanfaat....

Jumat, 06 April 2012

Indo Green Foresty 2012

Seorang calon insan pariwisata, tentulah kita aktif dalam berbagi event dan kegiatan kepariwisatan. Terlebih terhadap pemberdayaan lingkungan. Banyak sekali event-event atau kegiatan yang telah diadakan pemerintah. Salah satu event tersebut adalah ”IndoGreen Forestry Expo” merupakan pameran kehutanan terbesar di Indonesia yang terselenggara sejak tahun 2009, menampilkan potensi yang sangat besar pada sektor kehutanan, pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian hutan, hasil hutan baik kayu maupun non kayu, produk olahannya dan peralatan pemanfaatan hutan. ”IndoGreen Forestry Expo 2012” diselenggarakan untuk mendukung program pemerintah “Forest Pro Poor, Pro Job, Pro Growth and Pro Environment” dan mendukung suksesnya “Green Growth Economy Toward 2020”. Pameran juga akan menampilkan produk dan jasa kehutanan yang ramah lingkungan hidup dan berbagai kegiatan menarik yang penting untuk diikuti seperti talkshow dan presentasi yang diharapkan akan memunculkan gagasan/ide yang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang hijau. Sungguh menarik sekali event ini, terutama bagi kita generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.
Iya,.. inilah Indonesia dan kita patut bangga. Indonesia adalah Negeri yang kaya akan Sumber Daya Alamnya. Sebagai masyarakat Indonesia kita merasa bangga karena kita adalah makhluk yang sempurna. Segala kebutuhan yang kita butuhkan sudah tersedia di alam dengan melimpah ruah. Untuk menjaga dan melestarikan warisan untuk generasi anak cucu kita itulah yang harus kita lakukan, pesan dari bapak Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Namun, yang menjadi permasalahan kita sekarang adalah banjir. Eksploitasi hutan yang berlebihan yang menyebabkan lingkungan menjadi terganggu, terjadi perubahan lingkungan,cuaca tak menentu bahkan terjadi kelangkaan pangan serta global warming.

Pameran ini juga mensosialisasikan program dan tindakan nyata pemerintah dan pihak swasta dalam melaksanakan pembangunan hutan berkelanjutan termasuk reklamasi hutan dan lahan bekas tambang. Berikut ini adalah salah satu foto ketika talkshow sedang berlangsung dalam pameran di JCC yang kemarin kami hadiri.

Acara ini sangat menarik sekali karena diadakan juga talkshow interaktif dengan berbagai narasumber, termasuk Menteri Kehutanan, Bapak Zulkifli Hasan yang membuka talkshow dengan sahabat alam yang terdiri dari siswa – siswi dari tingkat SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi mengenai pelestarian lingkungan. Disinilah kita bisa menyadari betapa pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Acara talkshow yang kedua yaitu “Ekonomi Hijau dan Cinta Produk Indonesia” (Green Economy & Loving Indonesia Product ) dimana ini adalah tujuan kita di tahun 2020 untuk mewujudkan Indonesia yang hijau, dengan memberdayakan masyarakat sekitar hutan agar terus berkarya dan selalu mengkonsumsi produk buatan Indonesia. Selain itu juga topik talkshow yang ketiga dan keempat tak kalah menariknya karena kita bisa berinteraksi langsung dengan narasumber yang sudah berpengalaman dalam berwirausaha. Dengan memberdayakan masyarakat melalui budidaya gaharu dan ulat sutera, kita mampu menghasilkan produk yang bernilai tinggi. Banyak orang yang berkeliling mencari pohon gaharu, namun sebenarnya pohon gaharu itu ada dan tumbuh di Indonesia. Gaharu sendiri memiliki nilai jual yang tinggi sekali. Selain itu juga di bussiness meeting kita memperoleh ilmu mengenai peluang mendapatkan untung berlimpah dari madu, herba, makanan dan hasil olahan produk hutan non kayu. Sungguh hal ini luar biasa sekali. Tanpa kita sadari bahwa banyak sekali kekayaan alam Indonesia ini. Banyak sekali hasil alam yang dapat dihasilkan, tentunya dengan menjaga keseimbangan antara 5 komponen diantaranya :
  1. Manusia
  2. Flora
  3. Fauna
  4. Tanah
  5. Air
Hal inilah yang penting sekali untuk melestarikan hutan dan lingkungan yang merupakan titipan buat anak cucu kita.

Di sela – sela talkshow kita juga bisa berkeliling ke berbagi stan – stan baik dari pihak dinas kehutanan maupun pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang kami dapat. Selain itu juga ada banyak pengalaman tentang potensi wisata dari berbagai daerah.


Semoga di event – event selanjutnya lagi semakin meriah dan menarik yang diharapkan bisa memberikan kesadaran bagi masyarakat akan fungsi hutan sebagai paru – paru dunia, dengan tidak melakukan pembalakan liar dan eksploitasi besar –besaran terhadap hutan. Selain itu juga memberdayakan masyarakat sekitar hutan untuk meningkatkan ekonomi menuju Indonesia hijau. Maka, jangan biarkan ada lahan kosong, manfaatkan untuk menanam dan beternak karena kelak akan menjadi potensi ekonomi bagi masyarakat.

Semoga bermanfaat....