Gb. Pesona Cagar Alam Riung
Letak dan Luas Kawasan
Cagar Alam Laut Riung yang terletak di kawasan barat bagian
utara Pulau Flores, secara administratif pemerintahan berada di Kecamatan
Riung, Kabupaten Ngada. Kawasan yang berbatasan langsung dengan bagian barat
Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau dan jaraknya sekitar 80 kilometer dari
Bajawa, Ibukota kabupaten Ngada ini mempunyai luas sekitar 2000 hektar.
Sejarah Kawasan
Kawasan Cagar Alam
Riung merupakan salah satu Kawasan Suaka Alam yang ditunjuk dengan Surat
Keputusan Menteri Kehutanan nomor : 589/Kpts-II/1996 tanggal 16 September 1996
dengan luas 2000 hektar, merupakan SK Perubahan Fungsi setelah dilakukan
pemisahan antara Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung dengan Cagar Alam Laut Riung.
Potensi Kawasan
a.
Kondisi Ekosistem
Kawasan Cagar Alam Riung merupakan
perwakilan tipe ekosistem hutan kering dengan vegetasi campuran dan hutan
mangrove.
b.
Flora
Jenis – jenis flora yang ada di Cagar Alam
Riung antara lain jenis waru ( Hibiscus tiliacius ), ketapang ( Terminalia
cattapa ), kemiri ( Aleurites molucana ), kepuh ( Sterculiafoetida ), pandan (
Pandanus tectorius ), cendana ( Santalum album ), jati ( Tectona grandis ),
kesambi ( Schleichera oleosa ), johar ( Cassia Siamea ), mangga ( Mangivera
indica ), asam ( Tamarindus indica ), sengon laut ( Albizia falcataria ),
kabesak ( Acacia leucocephala ), nyamplung ( Callophylum inopphylum ), kayu
manis ( Cinanionium burmanii ), ampupu ( Eucalyptus urophylla ), serta jenis
bakau – bakauan seperti Rhizophora sp, Bruguiera gymnoriza dan Sonneratia sp.
Tanaman Bakau yang merupakan salah satu jenis flora di C.A Riung
c.
Fauna
Aneka jenis fauna yang hidup di kawasan ini
diantaranya adalah Kadal raksasa komodo atau dikenal dengan nama daerah
setempat mbou ( Varanus komodoensis ), rusa ( Cervus timiorensis ), landak (
Zaglossus sp ), kera ( Macaca sp ), musang ( Paradoxurus haenzaproditus ), biawak
timor ( Varanus tiniorensis ), kuskus ( Phalanges sp ), ayam hutan ( Gallus
galus ), buaya ( Crocodylus porosus ), serta berbagai jenis burung misalnya
elang ( Elanus sp ), burung kakatua ( Cacatua sulphurea ), bluwok atau bangau
putih ( Egretta sacra ), sandang glawe atau bangau hitam ( Ciconia episcopus ),
tekukur ( Streptopelia chinesis ), burung nuri ( Lorius domicella ), burung
gosong atau burung wontone, ( Megapodius reinwardtii ), kelelawar ( Pteropsus
veropirus ) serta penyu hijau ( Chelonia mydas ) dan jenis – jenis biota laut
seperti duyung ( Dugong dugon ), lumba – lumba, dan pans ( Physister catodon )
serta aneka ikan hias yang hidup di karang – karang. Oleh karena potensi sumber
daya alamnya tersebut maka kawasan ini ditetapkan sebagai cagar alam.
Komodo salah satu 7 keajaiban dunia yang ada di C.A Riung
Fasilitas Yang Tersedia
Hingga saat ini belum tersedia fasilitas,
baik sarana dan prasarana pengelolaan, penelitian, maupun fasilitas lainnya.
Aksesibilitas ke Kawasan
Untuk mengunjungi Cagar Alam Riung, para
pengunjung dapat menggunakan beberapa jalur, yaitu jalur udara, jalur laut dan
jalur udara sebagai berikut :
Jalur Udara : Jalur ini dapat ditempuh
dengan pilihan rule sebagai berikut :
·
Kupang – Ende dengan pesawat foker 27 dan foker
28 sekitar 1 jam dan 45 menit setiap harinya, dilanjutkan dengan perjalanan
darat Ende – Riung – lokasi Cagar Alam Riung.
·
Kupang – Ruteng dengan pesawat foker 27 sekitar
1 jam dan 30 menit setiap harinya, dilanjutkan dengan perjalanan darat Ruteng –
Riung – Cagar Alam Riung.
Jalur Laut : Jalur ini dapat
ditempuh dengan pilihan rute sebagai berikut :
·
Kupang – Ende dengan kapal Fery ( sekitar 8 jam
), rata – rata seminggu dua kali, dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Ende
– Riung sekitar 5 jam dan dilanjutkan ke lokasi Cagar Alam Riung.
·
Kupang – Ende dengan kapal PELNI ( sekitar 8 jam
), 2 minggu sekali, dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Ende – Riung
sekitar 5 jam dan dilanjutkan ke lokasi Cagar Alam Riung.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar